Berita Kabupaten

Wapres Sebutkan Pelaksanaan Otonomi Daerah Membutuhkan Kepemimpinan Adaptif

  • Diskominfo Kabupaten Katingan
  • 26 April 2021 13:30
  • 52

Portal Katingan - Puncak peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXV tahun 2021 digelar secara virtual. Senin, 26 April 2021. Kegiatan tersebut diikuti oleh Bupati Katingan Sakariyas, Wakil Bupati Katingan Sunardi NT. Litang bersama jajaran Forkompimda Kabupaten Katingan di Ruang Rapat Bupati Katingan.


Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Dasar pelaksanaan Hari Otonomi Daerah adalah Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1996, yang ditandatangani pada 7 Februari, menyebutkan bahwa tanggal 25 April ditetapkan sebagai Hari Otonomi Daerah. Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Bangun Semangat Kerja dan Tingkatkan Gotong Royong di Masa Pandemi Covid-19 untuk Masyarakat Sehat, Ekonomi Daerah Bangkit dan Indonesia Maju”. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi gelaran peringatan Hari Otonomi Daerah ke-25. 

(Baca Juga : Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Inpres Nomor 6 tahun 2020 dan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 43 Tahun 2020)

Ditambahkan Mendagri kehadiran Wakil Presiden menegaskan kembali betapa pentingnya otonomi daerah. Mendagri mengatakan, keberagaman yang dibalut dalam bingkai otonomi daerah, menjadi modal besar untuk menciptakan Indonesia  yang lebih maju dan lebih sejahtera. 


"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wakil Presiden. Ditengah kesibukan, Bapak telah berkenan untuk hadir dan akan memberikan pengarahan, serta sekaligus membuka secara resmi peringatan Hari Otonomi Daerah ke-25 Tahun 2021," ujar Mendagri. 

Wakil Presiden RI Maaruf Amin dalam sambutannya menyebutkan pelaksanaan otonomi daerah yang berkualitas membutuhkan kepemimpinan adaptif. Kepemimpinan adaptif yang dimaksud adalah seorang pemimpin yang mampu menghadapi berbagai situasi serta cepat dan tepat dalam bertindak. Pemimpin yang adaptif juga berorientasi pada pemecahan masalah dengan selalu menyesuaikan dirinya terhadap perubahan dan keadaan baru.

"Penyelenggaraan otonomi daerah merupakan bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap kemandirian daerah guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dan, Peringatan Hari Otonomi Daerah saat ini menjadi momentum yang tepat untuk melihat kembali dinamika dan tantangan yang dihadapi pemerintahan daerah di masa yang akan datang," kata Ma'ruf.

Pada kesempatan yang sama, Mendagri yang didampingi Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Akmal Malik juga berkesempatan meresmikan tiga sistem aplikasi layanan yang dibangun Kemendagri. Sistem aplikasi tersebut di antaranya Sistem Informasi Mutasi Daerah (Simudah), Sistem Elektronik Peraturan Daerah (e-Perda), dan Sistem Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Si-LPPD). 

Mendagri mengatakan, ketiga sistem tersebut merupakan terobosan dari Direktorat Jenderal Otonomi Daerah untuk mengakomodasi urusan pemerintah daerah. Mendagri menjelaskan, misalnya bagaimana aplikasi Simudah dapat membantu aparatur sipil negara (ASN) pemerintah daerah dalam mengurus mutasi. Mendagri mengatakan, dengan Simudah ASN yang bersangkutan cukup mengunggah berkas persyaratan ke dalam sistem, tanpa perlu datang ke kantor Kemendagri.